Drama Korea – Sinopsis Second Husband Episode 11 , Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk episode sebelumnya ada disini.

Jaekyung menyediakan sejumlah duit pada Sunhwa mudah-mudahan ia meninggalkan Sanghyuk. Bukannya mendapat apa yang diinginkannya, Jaekyung justru dipermalukan.
Sunhwa menolaknya. Ia bahkan merendahkan Sanghyuk yang cuma bernilai segitu. Ia bahkan melempar duit itu ke Jaekyung kemudian pergi gitu aja.


Setelahnya Sunhwa mendapat telpon dari nenek. Sambil nangis nenek memberitahu kondisi Saebyeok.
Sunhwa secepatnya ke tempat tinggal sakit. Saebyeok ketumpahan air panas sewaktu nenek merebus air untuk menciptakan susunya. Nenek merasa sungguh bersalah pada Saebyeok. Sunhwa berupaya menenangkan nenek kalo luka melepuhnya nggak terlalu parah.

Sekembalinya ke kantor Jaekyung yang murka eksklusif mencari daerah kerja Sunhwa. Mendadak ayah masuk. Ia mau mengajak Jaekyung makan siang di luar.
Jaekyung nampak ketakutan sehingga ayah ingin tau dengan dokumen yang dibawanya dan memintanya untuk menyerahkannya. Jaekyung menolak dan berpura-pura sakit perut. Dokumennya terjatuh.
Ayah panik. Ia nyuruh Soo Chul untuk menelpon ambulans. Terlalu lama. Akhirnya ayah nyuruh Soo Chul untuk menggendong Jaekyung ke mobilnya.
Sanghyuk yang melihatnya ikut pergi ke tempat tinggal sakit.

Jaekyung didorong. Dia terus mengaduh kesakitan.
Saebyeok sudah lebih tenang. Sunhwa dan nenek memakaikannya baju.
Jaekyung berada di IGD sempurna di sebelah Saebyeok. Ayah memerintahkan Sanghyuk untuk secepatnya mencari dokternya. Ia akan menutup rumah sakit itu kalo terjadi sesuatu pada bayinya.
Nenek menyerupai mendengar bunyi Sanghyuk. Sunhwa pikir itu nggak mungkin soalnya beliau nggak tahu. Nenek mau ngasih tahu Sanghyuk namun Sunhwa melarang. Memberitahunya nggak akan menciptakan Saebyeok cepat sembuh.



Nenek kemudian keluar untuk mengambil minum. Ia melalui Jaekyung dan sempat memujinya. Nenek menanyakan sakitnya namun ayah nggak menanggapi. Nenek pikir sehat merupakan yang terpenting.
Sanghyuk meminta perawat mudah-mudahan meminta dokternya untuk secepatnya datang. Setelahnya ia pergi untuk memesan kamar VIP.
Nenek tiba dan mengambil minum. Ia kemudian meminumnya sambil duduk di ruang tunggu.
Sanghyuk mau kembali namun malah menyaksikan nenek. Ayah kemudian menelponnya dan menanyakan kenapa ia sungguh lama. Sanghyuk menenangkan kalo ia dalam perjalanan
Setelahnya ia nelpon Sunhwa dan nyuruh beliau untuk memindahkan neneknya ke tempat tinggal sakit lain. Ia memberitahu kalo Jaekyung ada di IGD dan benrknya duduk di depannya.
Sunhwa merasa nggak habis pikir. Harusnya beliau menanyakan kondisi Saebyeok dulu.


Sunhwa mengundang perawat dan memintanya mempertahankan Saebyeok sebentar. Ia melalui Jaekyung duit dipetiksa sama dokter. Dokternya bilang Jaekyung nggak papa namun ayah meminta investigasi lanjutan yang lebih mendalam.
Sunhwa menghampiri nenek dan mengajaknya kembali.
Jaekyung didorong menuju kamar rawat. Sanghyuk bergabung bareng mereka. Nenek yang sempat menyaksikan Sanghyuk memanggilnya. Ia percaya menyaksikan Sanghyuk namun Sunhwa bilang itu bukan ayahnya Saebyeok.
Mereka kembali pada Saebyeok. Sunhwa ingin tau kenapa Jaekyung berada di rumah sakit?

Jaekyung hingga di kamarnya. Ibu lega Jaekyung nggak papa dan menyuruhnya untuk istirahat.
Setelah ibu pergi, Jaekyung eksklusif bangun. Sanghyuk pikir Jaekyung sudah nggak papa.
Jaekyung menyalahkan Sunhwa. Ia karenanya mengakui kalo beliau cuma akal-akalan sakit.



Sunhwa tiba menemui Sanghyuk. Dia masih nggak ngerti kenapa Sunhwa ada di rumah sakit. Sunhwa karenanya memberitahu kalo Saebyeok sakit. Dia ketumpahan air panas.
Mendadak Sanghyuk berganti peduli. Ia memarahi Sunhwa yang nggak sanggup mempertahankan Saebyeok. Sunhwa cuma menanggapinya dengan sinis. Padahal sebelumnya beliau sudah mencampakkan dirinya dan Saebyeok. Berhenti sok peduli.
Sunhwa berdiri dan bertujuan pergi namun Sanghyuk menahannya. Ia menyediakan sejumlah yang pada Sunhwa. Katanya itu untuk Saebyeok. Sunhwa menolaknya. Ia nggak mau mengambilnya.
Sanghyuk bilang ia merasa bersalah selaku ayahnya. Sunhwa cuma tersenyum. Ia menekankan kalo Saebyeok nggak punya ayah. Ia mengingatkan Sanghyuk yang bilang beliau masih lajang dan belum punya anak. Sunhwa menyiram Sanghyuk pakai air. Ia memastikan kalo mulai kini nama depan Saebyeok merupakan Bong dan bukannya Moon



Min bernyanyi di bar namun nggak ada yang mendengarkannya.
Sunhwa mempertahankan Saebyeok. Ia meminta maaf padanya alasannya merupakan nggak sanggup menahan semuanya. Mulai kini beliau nggak punya ayah
Sanghyuk hingga rumah. Apa yang Sunhwa katakan tadi sungguh mengganggunya.
Sunhwa bilang ke Saebyeok kalo mulai kini ia akan jadi ibu sekaligus ayah untuknya. Ia akan menciptakan banyak duit dan membesarkannya.
Ia kemudian melepas cincinnya dan menyimpannya di laci. Di sebelahnya ada jam tangan Min yang ia ambil paksa kala itu.
Min selesai bernyanyi namun nggak ada yang bertepuk tangan untuknya.


Sunhwa pergi ke bar dan mencari Kang Hidong. Ia pikir Kang Hidong merupakan namanya Min. Makanya ia terkejut sewaktu yang tiba orang lain. Sunhwa berpikir kalo Min sudah menipunya.
Ia kemudian bertujuan pergi namun tanpa sengaja ia menabrak preman dan berkelahi dengan mereka.
Setelahnya Sunhwa pergi. Ia nggak menyadari kalo ia menjatuhkan jam tangan Min dan meninggalkannya.
Jam tangan itu diambil oleh Kang Hidong dan dibawa masuk.


Sanghyuk dan Jaekyung menemui ayah dan menampilkan kesuksesan mereka dalam melakukan pekerjaan sama dengan Mon Chou dari Perancis. Dan dokumen yang ayah mau lihat kemarin merupakan dokumen itu.
Ayah sungguh senang mendengarnya. Mereka bergerak dengan sungguh cepat. Ia pikir Jaekyung sakit alasannya merupakan terlalu stres dengan koordinasi itu. Ia berpesan mudah-mudahan Jaekyung lebih waspada mempertahankan kandungannya.

Keduanya kemudian bicara di ruangan Jaekyung. Jaekyung berpikir kalo ayahnya mulai menggemari Sanghyuk. Ia mendesak Sanghyuk untuk melamarnya.
Sanghyuk prospektif padanya dan Sarang, nama anak mereka kalo ia akan melakukannya dan menikahinya.
Jaekyung menenangkan kalo lelaki nggak wajib melamar. Ia sudah mempersiapkan semuanya.

Jaekyung menelpon daerah Sunhwa bekerja. Ia mau melaksanakan lamaran dan meminta Sunhwa menjadi penanggung jawabnya.
Sunhwa sungguh senang sewaktu manajer memberitahunya dan prospektif kalo ia sanggup melakukannya.
Jaekyung memang sengaja melakukannya. Ia ingin menampilkan pada Sunhwa yang angkuh itu mudah-mudahan nggak pernah coba-coba dengannya. Ia ingin tahu ekspresi Sunhwa sewaktu tahu kalo ia mempersiapkan lamaran untuk Sanghyuk.


Ibu secara tiba-tiba datang. Katanya ia ingin tahu kandidat suaminya Jaekyung. Jaekyung melarangnya datang. Ia akan mengenalkannya sebuah hari nanti. Lagian nggak ada pengaruhnya. Toh ia sudah menciptakan keputusan.
Ia ingin ayah mengakuinya. Hanya ia yang patut untuk mengambil alih Daekook Group

Akhirnya ia menemui Sanghyuk. Ia mengeluhkan Sanghyuk yang telat menemuinya. Padahal ia yang melahirkan Jaekyung. Ibu mencari tahu ihwal pekerjaan ayah dan ibu Sanghyuk. Ternyata ayah Sanghyuk meninggal sewaktu ia masih SD. Ibunya melakukan pekerjaan sambilan. Awalnya Sanghyuk nggak memberitahu pekerjaan ibunya. Yang paling penting ia nggak melakukan pekerjaan di klub atau h#stes.
Ibu Sanghyuk melakukan pekerjaan selaku konsultan dan berbisnis. Sekarang beliau memiliki townhouse kecil dan menyewakan rumah.
Ibu meremehkan pekerjaan ibu Sanghyuk. Tapi bagi Sanghyuk semua pekerjaan itu terhormat. Mereka juga nggak meminta uang.
Seketika persepsi ibu berubah. Ia menyaksikan kalo Sanghyuk penduduknya punya harga diri.



Di rumah ibu bicara dengan temannya yang seorang Mak comblang.
Ahjumma memberitahukan muka cantiknya alasannya merupakan ia punya seorang suami. Beda sama ibu yang parasnya biasa saja alasannya merupakan nggak ada yang mencarikan duit untuknya.
Ibu mengeluhkan tindakannya yang menjodohkan Sunhwa dengan lelaki ganteng kemarin. Gimana kalo Sunhwa jatuh cinta pada lelaki ganteng itu dan hidup bahagia.
Ahjumma mengeluhkan perilaku ibu yang nggak manusiawi. Padahal beliau sudah melahirkan cucunya. Tapi ia malah mengontrol sogaeting untuknya. Ia kasihan pada menantunya.
Ibu nggak mau kalah. Ia menuding ahjumma nggak tahu perasaannya katena nggak punya anak. Tahunya cuman menawan hati pria.
Ahjumma nggak terima. Keduanya jadi berantem. Saat itu juga Ibunya Jaekyung masuk alasannya merupakan pintunya nggak terkunci. Dih terkejut lihat tingkahnya ibu Sanghyuk.

Min sedang melakukan pekerjaan di Hanok bakery. Ayah dan ibu secara tiba-tiba datang. Ia ngasih isyarat ke mereka untuk merahasiakan siapa dirinya.
Min melayani mereka dengan baik.

Sunhwa yang mengambil alih nenek mengirim masakan nggak sengaja ketemu sama Min. Kaget dan marah, Keduanya saling tunjuk.
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar